Film Pendek Hasil Gabungan AI

Indra J Mae


Film pendek ini merupakan eksperimen visual berbasis kecerdasan buatan yang memadukan beberapa generator AI dalam satu alur produksi.

Untuk material video, saya menggunakan Runway ML dan Pika Labs, sementara Dreamina digunakan untuk mengolah dan memperkaya gambar statik. Proses akhir atau finishing dilakukan melalui CapCut mode AI, mencakup penyuntingan visual dan pengolahan sound effect.

Secara teknis, beberapa aspek visual memang masih terasa kasar karena seluruh proses dikerjakan menggunakan mode gratis dari masing-masing platform. Namun keterbatasan tersebut justru menjadi bagian dari karakter visual film ini—menciptakan tekstur yang kering, patah, dan tidak sepenuhnya mulus, selaras dengan tema yang diangkat.

Lebih dari sekadar eksperimen teknologi, film pendek ini adalah analogi visual tentang ancaman kondisi alam Indonesia.

Sosok perempuan tua di dalam film dimaknai sebagai simbol Ibu Pertiwi—hadir dalam keadaan sedih, renta, dan merana. Pakaian yang kumuh dan compang-camping menjadi metafora kondisi ekonomi, sementara lanskap alam yang kering dan tandus merepresentasikan realitas masa depan yang sedang kita masuki hari ini.
Pembabatan hutan, longsor, kekeringan, hingga ancaman krisis air bukan lagi wacana, melainkan proses yang sedang berlangsung. 

Film ini tidak berusaha berteriak atau menggurui, melainkan menghadirkan argumentasi keheningan sebagai peringatan—bahwa kehancuran sering kali datang tanpa suara.. 

Lihat output videonya di :

Komentar