Di era dominasi AI generatif yang dipelopori oleh model besar seperti ChatGPT (OpenAI) dan Gemini (Google), muncul DeepSeek — startup AI dari China yang sejak awal 2025 menarik perhatian global sebagai kompetitor tak terduga dengan pendekatan berbeda terhadap kecerdasan bahasa.
Apa Itu DeepSeek?
DeepSeek adalah perusahaan AI asal Hangzhou, China, yang mengembangkan model bahasa besar (large language models, LLM) bernama DeepSeek-R1 dan seri V3, diluncurkan secara publik pada Januari 2025.
Didirikan pada tahun 2023 oleh Liang Wenfeng—seorang teknokrat yang juga membangun dan memimpin perusahaan induknya High-Flyer—DeepSeek berfokus pada model AI yang lebih efisien dan lebih murah dibandingkan pesaing besar, sambil tetap berusaha menjaga kualitas.
Kekuatan DeepSeek: Keunggulan yang Sebenarnya
1. Biaya Pengembangan dan Operasional yang Lebih Rendah
DeepSeek mengklaim melatih model R1 dengan biaya sekitar US$6 juta, jauh di bawah biaya tradisional model besar seperti GPT (diperkirakan puluhan hingga ratusan juta dolar).
Efisiensi ini membuka peluang bagi penggunaan AI lebih luas dan lebih murah—terutama untuk perusahaan kecil, pengembang open-source, dan komunitas riset yang selama ini terkunci oleh biaya layanan mahal.
2. Open Source & Transparan
Berbeda dengan model proprietary seperti ChatGPT, DeepSeek bersifat open-source, memberikan akses kode dan bobot model secara bebas. Ini memungkinkan komunitas global untuk memodifikasi, melatih ulang (fine-tuning), bahkan mengadaptasi model untuk kebutuhan khusus—sebuah keuntungan besar bagi peneliti, lembaga pendidikan, dan startup teknologi.
3. Fleksibilitas Penggunaan
Karena modelnya terbuka, pengguna dapat:
Fine-tune model untuk domain tertentu (mis. medis, hukum, pendidikan),
Integrasikan AI ke aplikasi sendiri,
Jalankan model secara lokal jika diperlukan.
Pendekatan ini memberi kebebasan teknis yang tidak dimiliki banyak LLM komersial tertutup.
Kelemahan DeepSeek: Realitas yang Tidak Boleh Diabaikan
1. Akurasi yang Dipertanyakan
Meskipun populer, evaluasi independen menunjukkan bahwa model DeepSeek dalam beberapa tes memiliki akurasi rendah—sekitar 17% dalam tugas terkait berita dan informasi faktual, melampaui banyak pesaing dalam hal kekeliruan jawaban.
Ini menggarisbawahi bahwa popularitas tidak selalu identik dengan kualitas teknis.
2. Server, Infrastruktur & Konsistensi
Berdasarkan pengalaman komunitas pengguna, layanan DeepSeek sering menghadapi server busy, downtime, dan tidak selalu dapat diakses secara konsisten—masalah besar jika produk ingin diandalkan pada skala besar.
3. Isu Sensor & Batasan Konten
DeepSeek tunduk pada aturan konten di China, yang berarti sensor pada topik sensitif dan batasan informasi tertentu, terutama jika dijalankan di lingkungan China.
4. Keamanan & Kekhawatiran Data
Ada laporan bahwa data penggunaan aplikasi DeepSeek disimpan di server di China, memicu kekhawatiran keamanan dan privasi, terutama di negara-negara dengan regulasi ketat.
Meski DeepSeek unggul dalam akses dan biaya, ChatGPT tetap menjadi standar untuk kualitas dan konsistensi informasi di banyak domain.
Apa Arti DeepSeek bagi Masa Depan AI?
DeepSeek bukan hanya pesaing teknis. Ia mewakili arah baru dalam AI yang lebih terbuka dan lebih murah—bisa menjadi katalis percepatan inovasi di luar ekosistem besar Silicon Valley. Namun tantangan besar tetap ada: bagaimana menjaga kualitas, etika, dan keamanan dalam model terbuka yang skalanya global?
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar