Nano Banana bukanlah buah unik atau makanan baru — istilah ini merujuk pada model kecerdasan buatan (AI) generatif untuk pembuatan dan pengeditan gambar, yang kini menjadi salah satu tren terbesar di dunia teknologi kreatif.
Asal Usul Nama “Nano Banana
Nama “Nano Banana” awalnya bukan bagian dari strategi pemasaran, melainkan sebuah codename internal yang diciptakan secara spontan oleh seorang product manager Google saat sedang mengirimkan model secara anonim ke platform uji coba AI bernama LM Arena.
Menurut David Sharon, group product manager untuk aplikasi Gemini, nama ini tercetus sekitar pukul 2 pagi oleh seorang staf bernama Nina. Ia butuh nama sementara untuk model yang diuji, lalu mengetik “Nano Banana” — dan nama itu begitu melekat karena unik dan mudah diingat.
Meskipun nama resminya sebenarnya adalah Gemini 2.5 Flash Image oleh Google, julukan Nano Banana ini justru menjadi populer dan diadopsi luas oleh pengguna serta komunitas online.
Siapa Pembuat Nano Banana?
Nano Banana adalah produk dari Google DeepMind melalui platform AI mereka yang bernama Gemini. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian teknologi AI visual Google—dirancang untuk mengedit dan menghasilkan gambar berdasarkan instruksi teks.
Walaupun beberapa situs atau komunitas pihak ketiga mungkin mengklaim versi mereka sendiri, versi Nano Banana yang paling banyak dikenal dan menjadi viral adalah yang dibuat oleh Google, dan menjadi fitur dalam aplikasi Google Gemini serta Google Lens AI Mode.
Fungsi dan Kapabilitas Nano Banana
Nano Banana bukan sekadar fitur AI generik — ia dirancang untuk memberikan kontrol kreatif maksimal kepada penggunanya melalui bahasa alami. Berikut beberapa fungsi utamanya:
Pembuatan Gambar dari Teks
Pengguna cukup menuliskan instruksi sederhana seperti “ubah foto ini jadi figurine 3D bergaya mainan”, dan Nano Banana akan menghasilkan visual sesuai deskripsi tersebut.
Pengeditan Gambar Canggih
Model ini dapat melakukan pengeditan kompleks seperti mengganti latar belakang, mengubah pakaian, atau bahkan menggabungkan beberapa elemen gambar dalam satu komposisi, tanpa kehilangan konsistensi visual objek utama.
Konsistensi Karakter
Salah satu keunggulan yang membuatnya viral adalah kemampuannya mempertahankan identitas wajah atau objek meskipun gambar telah diedit berkali-kali. Hal ini jarang terlihat pada banyak model AI sejenis.
Kecepatan dan Aksesibilitas
Nano Banana bekerja cepat — menghasilkan gambar dalam hitungan detik — dan tersedia langsung melalui aplikasi Google di ponsel, sehingga bisa digunakan siapa saja tanpa membutuhkan perangkat keras tingkat tinggi.
Mengapa Nano Banana Jadi Viral?
Beberapa faktor utama yang membuat Nano Banana meledak di internet:
Nama yang unik dan mudah diingat, membuat orang cepat membicarakannya secara organik.
Kemampuan visual yang kuat dan mudah digunakan, bahkan oleh pengguna awam.
Tren figure 3D dan avatar digital, yang banyak dibagikan di media sosial.
Integrasi di aplikasi populer seperti Google Lens dan Gemini, memudahkan adopsi massal.
Di Indonesia sendiri, misalnya, pengguna Nano Banana dilaporkan menghasilkan hingga 18 juta gambar per hari, menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah dengan adopsi tertinggi di Asia Pasifik.

Komentar
Posting Komentar